Mahasiswa KKN UNS 2026 Kolaborasi dengan Ibu-Ibu PKK Desa Dawung dalam Program Membatik

28 Januari 2026
Pemdes Dawung
Dibaca 104 Kali
Mahasiswa KKN UNS 2026 Kolaborasi dengan Ibu-Ibu PKK Desa Dawung dalam Program Membatik

Dawung, Sragen — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 melaksanakan berbagai program kerja pemberdayaan masyarakat di Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian adalah *pelatihan membatik bersama ibu-ibu kader PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) setempat.

Program kerja membatik ini dirancang sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi kreatif sekaligus pelestarian budaya batik, yang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia. Kabupaten Sragen sendiri dikenal sebagai salah satu daerah sentra produksi batik di Jawa Tengah, dengan kampung-kampung batik di beberapa desa yang telah menjadi pusat pelatihan, produksi, dan pemasaran batik. Batik Sragen memiliki kekhasan tersendiri dan merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif lokal.

Pelatihan Membatik: Pemberdayaan dan Pelestarian Budaya

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNS bekerja sama dengan ibu-ibu PKK di Desa Dawung mengadakan pelatihan teknik membatik dasar mulai dari pemilihan kain, persiapan malam/motif, hingga proses pewarnaan dan finishing. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada keterampilan seni, tetapi juga memberikan edukasi tentang nilai budaya batik dan potensi batik sebagai usaha produktif di desa.

Keterlibatan ibu-ibu PKK menjadi kunci keberhasilan program ini. Selain sebagai peserta pelatihan, para ibu-ibu aktif berdiskusi dengan mahasiswa tentang strategi pengembangan usaha batik di desa mereka, termasuk pembentukan kelompok usaha batik, ide-ide motif yang merepresentasikan identitas lokal Desa Dawung, serta peluang pemasaran di pasar lokal maupun digital. Output kegiatan berupa kain batik hasil pelatihan diharapkan bisa menjadi modal awal usaha batik desa yang berkelanjutan.

Dampak Program bagi Masyarakat Desa Dawung

Program membatik yang dijalankan ini diharapkan membawa dampak positif dalam beberapa aspek:

  • Peningkatan keterampilan dan kapasitas ekonomi ibu-ibu PKK melalui keterlibatan dalam aktivitas produktif berbasis ketrampilan lokal.

  • Pelestarian budaya batik yang juga memperkenalkan generasi muda desa kepada nilai-nilai tradisi Indonesia.

  • Penguatan ekonomi kreatif desa melalui potensi pengembangan produk batik sebagai komoditas unggulan desa.

Dengan pelatihan ini, mahasiswa KKN UNS dan ibu-ibu PKK Desa Dawung tidak hanya bekerja untuk kegiatan sementara, tetapi juga membuka ruang kolaboratif jangka panjang untuk pengembangan usaha batik desa yang bisa terus tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.

Program kerja seperti ini merupakan salah satu wujud nyata peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, sekaligus pemberdayaan masyarakat desa melalui kombinasi pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.